unm-digilib-unm-bennyb-345



Direktori: Top / Jurnal


Pengumuman:
Mulai 1 Januari 2017, seluruh publikasi karya ilmiah dipusatkan ke http://eprints.unm.ac.id

ANALISIS PERANAN SARANA DAN PRASARANA PENJASORKES TERHADAP MINAT BELAJAR PENJASORKES DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR

Journal from UNM / 2016-10-06 10:26:50
Oleh : Benny B., Universitas Negeri Makassar
Dibuat : 2016-10-06, dengan 1 file

Keyword : Sarana dan Prasarana, Minat Belajar

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui peranan sarana prasarana olahraga terhadap proses belajar penjas di SMA Negeri 10 Makassar dengan rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimanakah sarana dan prasarana belajar penjasorkes di SMA Negeri 10 Makassar?; 2) Bagaimanakah minat belajar penjasorkes siswa di SMA Negeri 10 Makassar? Dalam penelitian ini digunakan populasi yaitu sarana dan prasarana penjasorkes dan siswa kelas X di SMA Negeri 10 Makassar. Metode yang digunakan adalah metode observasi, yang didukung dengan metode dokumentasi dan wawancara serta angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Sarana dan prasarana penjasorkes di SMA Negeri 10 Makassar secara kuantitas telah baik atau memenuhi rasio. Ketersediaan sarana cabang olahraga senam berupa matras, terdapat 37,5% yang tergolong cukup, berupa peti lompat terdapat 25% yang tergolong kurang, dan prasarana cabang olahraga senam berupa aula, terdapat 100% yang tergolong baik.Ketersediaan sarana cabang olahraga atletik berupa tongkat stafet, peluru, lembing, cakram, bak lompat, meteran, dan stopwatch berarti untuk sarana atletik rata-rata 50% tergolong sudah cukup. Ketersediaan sarana cabang olahraga sepakbola berupa lapangan sepakbola, terdapat 100% yang tergolong baik, berupa bola terdapat 50% yang tergolong cukup, berupa tiang gawang terdapat 100% yang tergolong baik, dan 50% yang tergolong cukup. Berarti untuk sarana sepakbola rata-rata tergolong baik. Ketersediaan sarana cabang olahraga bolavoli berupa lapangan, bola, net, tiang dan pluit terdapat 50% yang tergolong cukup Berarti untuk sarana berupa lapangan bolavoli rata-rata sudah cukup baik. Ketersediaan prasarana cabang olahraga bolabasket berupa lapangan bolabasket, bola, tiang ring, dan pluit terdapat 50% yang tergolong cukup dan tidak ada yang tergolong baik dan cukup. Berarti untuk sarana bolabasket tergolong cukup memadai. 2) Hasil penelitian yang dilakukan terhadap minat belajar Penjasorkes siswa SMA Negeri 10 Makassar, diperoleh hasil bahwa minatnya sebesar 20% dalam kategori sangat tinggi, 30% dalam kategori tinggi, 42,50% dalam kategori sedang, 5% dalam kategori rendah dan 2,50% dalam kategori sangat rendah. Dari hasil analisis data tentang minat belajar penjasorkes siswa di SMA Negeri 10 Makassar, sehingga diketahui bahwa minat siswa terhadap pembelajaran penjasorkes termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 121,93.

Deskripsi Alternatif :

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui peranan sarana prasarana olahraga terhadap proses belajar penjas di SMA Negeri 10 Makassar dengan rumusan masalah yaitu: 1) Bagaimanakah sarana dan prasarana belajar penjasorkes di SMA Negeri 10 Makassar?; 2) Bagaimanakah minat belajar penjasorkes siswa di SMA Negeri 10 Makassar? Dalam penelitian ini digunakan populasi yaitu sarana dan prasarana penjasorkes dan siswa kelas X di SMA Negeri 10 Makassar. Metode yang digunakan adalah metode observasi, yang didukung dengan metode dokumentasi dan wawancara serta angket. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1) Sarana dan prasarana penjasorkes di SMA Negeri 10 Makassar secara kuantitas telah baik atau memenuhi rasio. Ketersediaan sarana cabang olahraga senam berupa matras, terdapat 37,5% yang tergolong cukup, berupa peti lompat terdapat 25% yang tergolong kurang, dan prasarana cabang olahraga senam berupa aula, terdapat 100% yang tergolong baik.Ketersediaan sarana cabang olahraga atletik berupa tongkat stafet, peluru, lembing, cakram, bak lompat, meteran, dan stopwatch berarti untuk sarana atletik rata-rata 50% tergolong sudah cukup. Ketersediaan sarana cabang olahraga sepakbola berupa lapangan sepakbola, terdapat 100% yang tergolong baik, berupa bola terdapat 50% yang tergolong cukup, berupa tiang gawang terdapat 100% yang tergolong baik, dan 50% yang tergolong cukup. Berarti untuk sarana sepakbola rata-rata tergolong baik. Ketersediaan sarana cabang olahraga bolavoli berupa lapangan, bola, net, tiang dan pluit terdapat 50% yang tergolong cukup Berarti untuk sarana berupa lapangan bolavoli rata-rata sudah cukup baik. Ketersediaan prasarana cabang olahraga bolabasket berupa lapangan bolabasket, bola, tiang ring, dan pluit terdapat 50% yang tergolong cukup dan tidak ada yang tergolong baik dan cukup. Berarti untuk sarana bolabasket tergolong cukup memadai. 2) Hasil penelitian yang dilakukan terhadap minat belajar Penjasorkes siswa SMA Negeri 10 Makassar, diperoleh hasil bahwa minatnya sebesar 20% dalam kategori sangat tinggi, 30% dalam kategori tinggi, 42,50% dalam kategori sedang, 5% dalam kategori rendah dan 2,50% dalam kategori sangat rendah. Dari hasil analisis data tentang minat belajar penjasorkes siswa di SMA Negeri 10 Makassar, sehingga diketahui bahwa minat siswa terhadap pembelajaran penjasorkes termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 121,93.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherUNM
OrganisasiUniversitas Negeri Makassar
Nama KontakUPT. Perpustakaan UNM
AlamatJl. AP Pettarani
KotaMakassar
DaerahSulawesi Selatan
NegaraIndonesia
Telepon0411-867787
Fax0411-867787
E-mail Administratorhartoto@unm.ac.id (081 343 865 864)
E-mail CKOperpustakaan@unm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Jurnal Ilara

Download...

  • Download hanya untuk member.

    Download Image
    File : 12. Benny B..pdf

    (425218 bytes)
    JurnaL ILARA, Volume VI, Nomor 1, Januari Juni 2015, hlm. 63 - 72