unm-digilib-unm-abdrahim-146



Direktori: Top / Laporan Penelitian


Pengumuman:
Mulai 1 Januari 2017, seluruh publikasi karya ilmiah dipusatkan ke http://eprints.unm.ac.id

PENGEMBANGAN MODEL STRATEGI PEMBERDAYAAN WANITA NELAYAN UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI RUMAH TANGGANYA DI WILAYAH PESISIR PANTAI BARAT KABUPATEN BARRU

Laporan Penelitian Hibah Bersaing, Nomor: 681/UN36/PL/2015, 18 Februai 2015
Research Report from UNM / 2016-07-18 13:44:44
Oleh : Abd. Rahim, Universitas Negeri Makassar (rahim_abd73@yahoo.co.id)
Dibuat : 2016-07-18, dengan 2 file

Keyword : Peningkatan usaha tangkap, sarana dan prasarana

Adanya perubahan musim (penangkapan dan paceklik) membuat pendapatan usaha tangkap maupun pendapatan rumah tangga nelayan tradisional bahkan pengeluaran untuk konsumsinya di wilayah pesisir pantai barat Kabupaten Barru menurun sehingga membutuhkan pendapatan di luar usaha tangkap. Walaupun Kebijakan Program Bantuan Sarana prasarana (Sapras) dari pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Barru Tahun 2013 berupa mesin tempel dan alat tangkap ditelah dilakukan, akan tetapi perubahan pendapatan usaha tangkap belum mencukupi kebutuhan rumah tangga nelayan tradisional. Untuk itu keberadaan wanita/istri nelayan sebagai penyokong kebutuhan ekonomi rumah tangga sangat dibutuhkan mengingat para suami yang bekerja sebagai nelayan tidaklah dapat digantungkan dari sisi penghasilan. Berdasarkan hal tersebut maka pengembangan model strategi pemberdayaan wanita nelayan pesisir menarik untuk di kaji dalam memperbaiki kebijakan program pemerintah setempat.

Penelitian ini bertujuan pada Tahun-1 (a) Menilai Implikasi Program Bantuan Pemerintah berupa Sapras melalui aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan kelembagaan; (b) Menganalisis dampak dari Program Bantuan Sapras Kabupaten Bantaeng melalui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nelayan tradisional (perahu motor dan perahu tanpa motor) dalam memilih teknologi (alat tangkap dan mesin tempel) baik melalui bantuan Sapras maupun tidak.

Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan adalah lokasi penelitian ditentukan secara purpossive di Kabupaten Barru. Sampel responden penelitian adalah nelayan tradisional (perahu motor dan perahu tanpa motor) pada Tahun-1 dan istri nelayan pada Tahun-2. Selanjutnya teknik analisis data, Tahun-1 yaitu tujuan penelitian pertama menilai Implikasi Program Bantuan Pemerintah berupa Sapras melalui aspek ekonomi, sosial budaya, teknologi, dan kelembagaan dengan descriptive analaysis; tujuan penelitian kedua menganalisis dampak dari Program Bantuan Sapras Kabupaten Bantaeng melalui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan nelayan tradisional dalam memilih teknologi (alat tangkap dan mesin tempel) dengan analisis estimasi logit model. Tujuan tersebut menggunakan metode analisis regresi berganda dan pengujian asumsi klasik (multikolinearitas dan heterokedastisitas). Berdasarkan dimensi waktunya menggunakan data cross-section pada Tahun 2015 yang bersumber dari data primer. Kemudian sampel responden nelayan tradisional sebanyak 124 terdiri dari nelayan perahu motor tempel sebanyak 94 dan 30 nelayan perahu tanpa motor. Sampel wilayah adalah seluruh kecamatan yang berbatasan langsung dengan wilayah pesisir pantai Kabupaten Barru sebanyak 5 kecamatan dan 5 kelurahan/desa.

Hasil penelitian menemukan bahwa penilaian implikasi program bantuan Sapras dari aspek ekonomi, terjadi perubahan pendapatan usaha tangkap nelayan tradisional (perahu motor tempel dan perahu tanpa motor) setelah adanya bantuan Sapras maupun tidak berupa alat tangkap (pancing rawai dan jaring insang) serta mesin tempel. Aspek sosial budaya, berupa nilai-nilai lokal seperti kejujuran, keterbukaan, dan gotong royong dalam kelompok masyarakat pesisir tidak lagi dilakukan saat bantuan Sapras yang diberikan kepada nelayan-nelayan tertentu. Bantuan yang diberikan secara gratis karena adanya hubungan emosional. Aspek teknologi, baik berupa alat tangkap maupun mesin tempel memberikan dampak perubahan dari kenaikan pendapatan usaha tangkap nelayan tradisional. (perahu motor dan perahu tanpa motor). Dari aspek kelembagaan, belum terdapatnya atau terbentuknya koperasi yang di khususkan untuk nelayan tradisional baik nelayan perahu motor tempel maupun nelayan perahu tanpa motor. Hal ini terjadi karena seluruh hasil tangkapan yang dijual ke pedagang pengumpul (pabaluÂ’ balle) yang telah disepakati (terikat perjanjian).

Keputusan nelayan tradisional (perahu motor tempel) dalam Memilih Teknologi Alat Tangkap (pancing rawai dan jaring insang) baik dari bantuan sarana dan prasarana (Sapras) maupun tanpa bantuan Sapras di wilayah pesisir pantai barat Kabupaten Barru dipengaruhi secara positif oleh pendapatan usaha tangkap dan jumlah anggota yang ditanggung serta secara negatif oleh perbedaan wilayah (Kecamatan Barru dan Balusu). Lain halnya keputusan dalam memilih teknologi mesin tempel dari nelayan perahu motor perahu tanpa motor dipengaruhi dipengaruhi secara positif oleh pendapatan usaha tangkap dan pendidikan formal nelayan serta secara negatif oleh perbedaan wilayah (Kecamatan Barru dan Balusu).

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherUNM
OrganisasiUniversitas Negeri Makassar
Nama KontakUPT. Perpustakaan UNM
AlamatJl. AP Pettarani
KotaMakassar
DaerahSulawesi Selatan
NegaraIndonesia
Telepon0411-867787
Fax0411-867787
E-mail Administratorhartoto@unm.ac.id (081 343 865 864)
E-mail CKOperpustakaan@unm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Faruq Ratuhaji

Download...