unm-digilib-unm-abdrahim-139



Direktori: Top / Laporan Penelitian


Pengumuman:
Mulai 1 Januari 2017, seluruh publikasi karya ilmiah dipusatkan ke http://eprints.unm.ac.id

Kajian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Ikan Laut Segar di Pasar Konsumen Sulawesi Selatan Periode Tahun 1995-2012

Penelitian PNBP, Nomor: 1351/UN36/PL/2013 , 5 Desember 2012
Undergraduate Theses from UNM / 2016-07-18 12:31:52
Oleh : Abd. Rahim, Universitas Negeri Makassar (rahim_abd73@yahoo.co.id)
Dibuat : 2016-07-18, dengan 2 file

Keyword : fluktuasi harga, pasar produsen dan konsumen, preferensi masyarakat

Adanya faktor musim menyebabkan terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ikan laut segar di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Barru yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi, Kabupaten Jeneponto (Laut Flores), dan Kabupaten Sinjai (Teluk Bone). Pada sisi penawaran, saat musim penangkapan (panen) terjadi over supply, sedangkan musim paceklik (barat dan timur) ataupun musim penangkapan saat terjadi bulan purnama produksi menurun. Hal ini pula mengakibatkan fluktuasi harga sehingga dampaknya pendapatan nelayan menurun.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang permintaan ikan laut segar (kembung, lemuru, dan layang) di Sulawesi Selatan. Tujuan tersebut menggunakan metode analisis regresi berganda dan pengujian asumsi klasik (multikolinearitas dan autokorelasi) dengan pendekatan metode data panel dengan fixed effect dengan data runtun waktu tahun 1995 sampai dengan 2012.

Hasil penelitian menemukan bahwa secara umum harga ikan laut sendiri berpengaruh secara positif dan negatif terhadap permintaan ikan laut segar di pasar konsumen Sulawesi Selatan. Pengaruh negatif adalah harga kembung dan lemuru terhadap permintaan layang. Artinya setiap kenaikan harga kembung dan lemuru di pasar konsumen maka permintaan akan beralih dan meningkat ke komoditas layang. Sedangkan positif adalah harga layang sendiri terhadap permintaan layang. Artinya jika harga layang sendiri meningkat maka permintaan layang juga meningkat. Lain halnya harga telur ayam ras tidak berpengaruh terhadap permintaan ikan laut segar. Hal ini karena faktor selera dan preferensi masyarakat Sulawesi Selatan (Kabupaten Barru, Jeneponto, dan Sinjai). Selanjutnya pendapatan per kapita berpengaruh positif terhadap permintaan ikan laut segar di pasar konsumen. Artinya jika pendapatan per kapita masyarakat Sulawesi Selatan meningkat maka permintaan akan konsumsi ikan laut segar selalu meningkat. Perbedaan wilayah berpengaruh positif dan negatif terhadap permintaan ikan laut segar. Pengaruh positif terjadi pada wilayah Kabupaten Barru dan Jeneponto, artinya pada wilayah kabupaten Barru permintaan ikan laut segarnya lebih besar dari kabupaten lainnya (Jeneponto), begitu pula Kabupaten Jeneponto juga lebih besar dari kabupaten lainnya (Sinjai).

Dari hasil temuan tersebut direkomendasikan bahwa dalam rangka meningkatkan produksi hasil tangkapan dalam memenuhi permintaan untuk konsumsi ikan laut segar di Sulawesi Selatan, maka diperlukan dukungan pemerintah ataupun stockholder dalam rangka meningkatkan produksi tangkapan untuk memenuhi permintaan dari konsumsi tersebut berupa peningkatan armada laut berkekuatan Grosstonase (GT) untuk mencapai fishing ground pada Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) yang lebih jauh, seperti 6 s.d. 12 mil. Hal ini telah mengacu pada program pemerintah tahun 2010 melalui kementerian kelautan dan perikanan, yaitu revolusi biru sebagai grand strategy dalam melaksanakan restrukturisasi armada laut nasional untuk meningkatkan produksi tangkapan.

Deskripsi Alternatif :

The existence of seasonal factors cause an imbalance between demand and supply of fresh fish in South Sulawesi in particular Barru directly adjacent to the Celebes Sea, Jeneponto (Flores Sea), and Sinjai (Bone Bay). On the supply side, current fishing season (harvest) occurs over supply, while the dry season (west and east) or the fishing season during a full moon declining production. This also resulted in price fluctuations that impact the income of fishermen declined.

This study aims to analysis the factors that demand for fresh fish (indian mackerel, sardinella longiceps, and scads mackerel) in South Sulawesi. The purpose of multiple regression analysis method and the classical assumption test (multicollinearity and autocorrelation) with the method of approach to the fixed effect panel data with time series data from 1995 to 2012.

The study found that in general the price of marine fish themselves positively and negatively affect the demand for fresh fish in the consumer market in South Sulawesi . Negative effects are indian mackerel, and sardinella longiceps price on request overpass . This means that every price increase indian mackerel, and sardinella longiceps in the consumer market and increased demand will shift to elevated commodities . Is positive while the price of their own kites to scads mackerel request. It means that if the price increases, the kite it self is also increasing demand overpass . Another case price of eggs does not affect the demand for fresh fish . This is because of the taste and preferences of the people of South Sulawesi (Barru, Jeneponto, and Sinjai ) . Further income per capita has a positive effect on demand for fresh fish in the consumer market . It means that if the per capita income of the people of South Sulawesi increased the demand for fresh fish consumption is increasing . Regional differences positively and negatively affect demand fresh fish . Positive influence occurs in the region and Jeneponto Barru , meaning the district Barru fresh sea fish demand is greater than the other districts (Jeneponto) , as well as Jeneponto also larger than other districts (Sinjai) .

From these findings it is recommended that in order to increase production of the catch in meeting consumer demand for fresh fish in South Sulawesi, it would require government support or stockholder in order to increase production to meet demand catches of the consumption of increased naval strength Grosstonase (GT) to reach the fishing ground in the Zone Economic Exclusive (ZEE), which is more distant, like 6 to 12 miles. This has reference to the government's program in 2010 through the ministry of maritime affairs and fisheries, the blue revolution as a grand strategy to implement the restructuring of the national fleet to increase production catches.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherUNM
OrganisasiUniversitas Negeri Makassar
Nama KontakUPT. Perpustakaan UNM
AlamatJl. AP Pettarani
KotaMakassar
DaerahSulawesi Selatan
NegaraIndonesia
Telepon0411-867787
Fax0411-867787
E-mail Administratorhartoto@unm.ac.id (081 343 865 864)
E-mail CKOperpustakaan@unm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Faruq Ratuhaji

Download...