unm-digilib-unm-abdazizahm-217



Direktori: Top / Proseding


Pengumuman:
Mulai 1 Januari 2017, seluruh publikasi karya ilmiah dipusatkan ke http://eprints.unm.ac.id

PEWARNAAN BENANG SUTERA BUGIS MAKASSAR MELALUI WARNA-WARNA ALAMI

Proceeding from UNM / 2016-09-05 21:33:49
Oleh : Abd. Aziz Ahmad, Universitas Negeri Makassar
Dibuat : 2016-09-01, dengan 2 file

Keyword : tumbuhan pewarna alami, benang sutera

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan pewarna alami pada benang sutera Bugis Makassar, 2) mengidentifikasi tumbuhan apa saja yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami pada benang sutera Bugis Makassar, 3) mendeskripsikan proses pewarnaan benang sutera Bugis Makassar dengan menggunakan pewarna alami, 4) mendeskripsikan kualitas benang sutera Bugis Makassar dengan menggunakan pewarna alami. Objek penelitian adalah pengembangan pewarna alami pada benang sutera. Penelitian ini didesain sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan kamera. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) penerapan warna alami yang diterapkan pada benang sutera dalam penelitian ini berasal dari daun, akar, batang, dan buah. Tumbuhan yang dijadikan sebagai penghasil pewarna alami adalah daun sirih, kayu seppang, daun pacar atau pacci (korontigi), akar mengkudu, daun mangga macang (kuweni), kulit buah delima, dan kunyit basah. 2) Warna alami yang dihasilkan dari tumbuhan dalam penelitian ini adalah daun sirih menghasilkan warna krem, kayu seppang menghasilkan warna merah muda, akar mengkudu menghasilkan warna coklat muda, kunyit basah menghasilkan warna kuning keemasan dan warna kuning kejinggaan, daun pacar atau pacci (korontigi) menghasilkan warna kuning muda dan kuning, daun mangga macang (kuweni) menghasilkan warna krem, dan kulit buah delima menghasilkan warna coklat tua. 3) Proses pembuatan pewarna alami dari tumbuhan yang ada di daerah Bugis Makassar adalah dimulai dari memilih bagian-bagian tumbuhan yang akan diujicoba, menjemur, mengiris atau memotong kecil-kecil, meremas, menumbuk, memasak/merebus, hingga merendam benang dalam larutan yang telah dibuat. Selanjutnya dicuci bersih dengan air dingin dan dikeringkan ditempat yang teduh. 4) Kualitas warna-warna alami yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dan diterapkan pada benang sutera dapat tahan dengan sinar matahari, tahan gosok atau seterika, tahan kucek dan detergen (sabun ringan), tidak luntur.

Deskripsi Alternatif :

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan pewarna alami pada benang sutera Bugis Makassar, 2) mengidentifikasi tumbuhan apa saja yang dapat dijadikan sebagai pewarna alami pada benang sutera Bugis Makassar, 3) mendeskripsikan proses pewarnaan benang sutera Bugis Makassar dengan menggunakan pewarna alami, 4) mendeskripsikan kualitas benang sutera Bugis Makassar dengan menggunakan pewarna alami. Objek penelitian adalah pengembangan pewarna alami pada benang sutera. Penelitian ini didesain sebagai penelitian deskriptif kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan kamera. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa: 1) penerapan warna alami yang diterapkan pada benang sutera dalam penelitian ini berasal dari daun, akar, batang, dan buah. Tumbuhan yang dijadikan sebagai penghasil pewarna alami adalah daun sirih, kayu seppang, daun pacar atau pacci (korontigi), akar mengkudu, daun mangga macang (kuweni), kulit buah delima, dan kunyit basah. 2) Warna alami yang dihasilkan dari tumbuhan dalam penelitian ini adalah daun sirih menghasilkan warna krem, kayu seppang menghasilkan warna merah muda, akar mengkudu menghasilkan warna coklat muda, kunyit basah menghasilkan warna kuning keemasan dan warna kuning kejinggaan, daun pacar atau pacci (korontigi) menghasilkan warna kuning muda dan kuning, daun mangga macang (kuweni) menghasilkan warna krem, dan kulit buah delima menghasilkan warna coklat tua. 3) Proses pembuatan pewarna alami dari tumbuhan yang ada di daerah Bugis Makassar adalah dimulai dari memilih bagian-bagian tumbuhan yang akan diujicoba, menjemur, mengiris atau memotong kecil-kecil, meremas, menumbuk, memasak/merebus, hingga merendam benang dalam larutan yang telah dibuat. Selanjutnya dicuci bersih dengan air dingin dan dikeringkan ditempat yang teduh. 4) Kualitas warna-warna alami yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dan diterapkan pada benang sutera dapat tahan dengan sinar matahari, tahan gosok atau seterika, tahan kucek dan detergen (sabun ringan), tidak luntur.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherUNM
OrganisasiUniversitas Negeri Makassar
Nama KontakUPT. Perpustakaan UNM
AlamatJl. AP Pettarani
KotaMakassar
DaerahSulawesi Selatan
NegaraIndonesia
Telepon0411-867787
Fax0411-867787
E-mail Administratorhartoto@unm.ac.id (081 343 865 864)
E-mail CKOperpustakaan@unm.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Faruq Ratuhaji

Download...